Senin, 23 Februari 2015

MEREKA PUN MENANGIS

MEREKA PUN MENANGIS

 

Anas bin Malik radhiyallahu anhu bercerita: "Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata kepada Umar radhiyallahu anhu sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Bawalah kami ke kediaman Ummu Aiman, kita akan mengunjunginya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu juga mengunjunginya."

Sesampainya di sana, ternyata Ummu Aiman sedang menangis. Abu Bakar dan Umar bertanya: "Apa yang membuatmu menangis? Segala yang ada di sisi Allah tentu lebih baik bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

Ia menjawab: "Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi aku menangis karena wahyu dari langit telah terhenti."

Ternyata ucapannya itu menggugah hati mereka berdua dan akhirnya merekapun larut dalam isak tangis bersamanya." (HR. Muslim No. 2454)

Berkenaan dengan ini Syaikh Husain bin Audah al-'Awaisyah hafizhahullah berkata:

يَا  أُمَّ  أَيْمَـنَ قَـدْ بَكَيْـتِ وَ إِنَّـنَا نَلْـهُوْ وَ نَمْجُنُ دُوْنَ  مَعْرِفَةِ الأَدَبِ
لَمْ تُبْصِرِيْ وَضْعَ الْحَدِيْثِ وَلاَ الْكَذِبِ لَمْ  تُبْصِرِيْ بَعْضَ المَعَازِفِ وَ الطَّرَبِ
لَمْ تَشْهَدِيْ شُرْبَ الْخُـمُوْرِ أَوِالزِّنـَا لَمْ  تَلْحَظِيْ مَا قَدْ  أَتَانَا مِنْ عَطَـبِ
لَمْ تَلْحَظِيْ بِـدَعَ الضَّلاَلَةِ وَ الهَـوَى لَوْلاَ مَـمَاتُكِ  قَدْ رَأَيْتِ بِنَا العَجَبِ
لَمْ تَعْلَمِيْ فِعْـلَ الْعَـدُوِّ وَصُـحْبَهُمْ هَا نَحْنُ  نَجْثُوْ لِلْيَهُوْدِ  عَلَى  الرُّكَبِ
وَا حَـرَّ قَلْبِيْ مِنْ تَمـَزُّقِ جَـمْـعِنَا أَضْحَتْ أُمُوْرُكِ  أُمَّتِيْ  مِثْلَ اللُّعَـبِ
تَاللَّـهِ مَا عَـرَفَ البُـكَاءُ صِـرَاطَنَا وَ مَعَ التَّبَـاكِيْ لاَ وَشَائِجُ  أَوْ نَسَبِ

~ Wahai Ummu Aiman! engkau menangis, sementara kita
~ Terus berbuat sia-sia tanpa rasa malu dan kenal etika
~ Engkau belum pernah melihat hadis palsu atau dusta
~ Juga belum menyaksikan alat-alat musik dan dansa
~ Belum pula engkau melihat minuman arak atau zina
~ Serta aneka ragam musibah yang terus menimpa kita
~ Engkau belum melihat bid'ah-bid'ah sesat dan hawa
~ Andai belum mati, pasti kau lihat hal aneh pada kita
~ Engkau belum mengetahui ulah musuh dan sekutunya
~ Beginilah! kami bertekuk lutut tuk Yahudi dengan hina
~ Alangkah panasnya hatiku ini sebab perpecahan kita
~ Segala urusan umatmu ini menjadi seperti mainan boneka
~ Demi Allah, sekarang (berbeda), kita tidak bisa menangis lagi
~ Meski sekedar berpura-pura menangisi saudara senasab (yang mati) 

Semoga Allah ta'ala memberikan kemudahan kepada kita untuk menangis tulus karenaNya. Aamiin.

[Mushiibah Maut an-Nabi, Husain al-‘Awaisyah]

✅ Bagian Indonesia
�� ICC DAMMAM KSA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar