Minggu, 31 Mei 2015

TANDA UJUB DIRI



TANDA UJUB DIRI



Di antara akhlak tercela yang sangat dibenci di dalam Islam adalah ujub terhadap diri. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ.

Tiga  perkara yang dapat membinasakan: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujubnya seseorang terhadap dirinya. (Hadis hasan riwayat al-Baihaqi)

Ujub artinya bangga dengan diri, merasa banyak beramal, bersandar kepada amalannya, menyandarkan amalan itu kepada diri dan tidak disandarkan kepada Allah ta’ala.

Berikut di antara tanda ujub terhadap diri.

- Tidak mau mendengarkan nasihat dan merasa tidak butuh arahan dan bimbingan

- Senang mendengarkan aib dan kekurangan orang lain, terkhusus bila orang itu adalah saingannya

- Menolak kebenaran dan merasa lebih tinggi dari pada orang yang menyampaikan

- Meremehkan orang lain

- Enggan meminta pendapat dari orang yang lebih pintar dan lebih berilmu darinya

- Merasa sudah mengerjakan ketaatan yang banyak

- Sombong dengan ilmu yang dimiliki dan menjadikan ilmu sebagai sarana untuk berdebat kusir

- Berbangga diri dengan nasab dan kedudukan, dan meremehkan nasab dan kedudukan orang lain

- Berbangga diri dengan keindahan fisik dan penampilan

- Meremehkan orang yang berilmu dan orang saleh

- Tidak mau mengambil ilmu dari ulama

- Terus-menerus melakukan kesalahan

- Bersandar kepada amalan yang telah dilakukan dan mengira ia sudah sampai derajat sempurna

- Ingin selalu tampil di hadapan orang lain.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala menghiasi diri kita dengan akhlak mulia dan memudahkan kita untuk selalu jauh dari sifat buruk yang satu ini. Aamiin.



Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA

MOGA MAKIN CINTA



MOGA MAKIN CINTA



Terkadang muncul rasa kurang suka di hati suami terhadap istri karena salah satu akhlak atau pekerjaan istri yang masih kurang baik di mata suami. Bila hal tersebut terjadi, penting bagi suami untuk merenungkan beberapa poin berikut ini. Semoga rasa kurang suka itu sirna dan diganti dengan benih-benih cinta kepadanya.

1. Tidak ada manusia yang sempurna. Bila kesalahan terjadi pada istri, maka sangat mungkin terjadi juga pada suami. Hanya saja, terkadang “gajah di pelupuk mata tak tampak sedang kuman di seberang lautan tampak.” Maksudnya, terkadang diri sibuk melihat aib ada pada diri orang lain namun aib sendiri tak peduli. Jadi, lihatlah aib diri sendiri sebelum melihat aib orang lain.

2. Lihatlah kelebihan yang dimilikinya, jangan terus menerus mengungkit-ungkit kekurangan yang ada padanya. Mungkin ia tak pandai merangkai kata, namun sabarnya luar biasa. Mungkin ia berjerawat, namun dalam mendidik anak begitu hebat. Bisa jadi ia gemuk, namun kalau sudah berbicara seputar agama maka ibu-ibu tetangga pada khusyuk mendengar dan tunduk.

3. Perhatikanlah ketika ia sedang mengerjakan shalat. Ia sujud lama, bisa jadi terus menyisipkan namamu di tengah doa-doanya, meski hal itu tidak ia sampaikan dengan kata-kata.

4. Perhatikan pula ketika ia sedang mencuci, menyuapi anak, memasak atau menyapu, mampukah anda melakukan semua itu. Mungkin dirimu kerja 5 atau 6 hari sepekan, namun dia? Mungkin dirimu bekerja hanya beberapa jam sehari, namun dia? Mungkin dirimu bisa santai-santai di kantor, namun dia? Mungkin dirimu bisa keluar makan bersama teman-teman di jam kerja, namun dia?

5. Perhatikanlah diri sendiri, bisa jadi suami terus berdoa agar istri menjadi penyejuk hati. Namun, pernahkah dia berdoa agar diri menjadi penyejuk hati bagi istri. Terkadang suami terus menuntut istri menjadi lebih baik, namun dengan diri sendiri terkadang kurang peduli.

6. Ada yang bilang, perhatikanlah pula wajah polos ketika istri sedang tidur. Tampak rasa lelah dan letih di rona mukanya setelah seharian bekerja, tanpa sedikitpun menuntut gaji. Bisa jadi, ketika anda tidur pulas, ia mencium kening anda dan mendoakan kebaikan bagi anda.

7. Bila engkau pergi sendiri keluar kota beberapa hari, coba bayangkan apa yang ada dibenak istri. Ia sangat mengharapkan terus dekat dengan suami, namun terkadang suami tidak merasakannya. Ia sangat mencemaskan diri suami, namun terkadang suami tidak memedulikannya. Ia berharap suami cepat-cepat pulang, namun terkadang suami kurang memperhatikannya.

8. Dan ketika engkau safar beberapa hari sendiri tanpa kehadiran istri, coba lihatlah, pakaian menumpuk, tidak ada yang membuatkan teh atau kopi, tidak ada yang menyiapkan sarapan pagi, ketika itu engkau ingat istri, engkau benar-benar akan mengingatnya. Dari sini engkau tahu bahwa engkau benar-benar membutuhkannya, butuh dekat dengannya, kasih sayangnya, ketenangan dekat dengannya, dan seterusnya. Demikianlah yang dirasakan istri, sama dengan yang anda rasakan. Maka itu, hendaklah engkau saling menutupi kekurangan yang ada, dan hendaknya lihat kelebihan yang ada padanya.

Semoga Allah menjadikan pasangan hidup kita sebagai penyejuk jiwa di dunia dan di surga. Aamiin.



Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA

SENI MEMULIAKAN TAMU



SENI MEMULIAKAN TAMU



Berikut beberapa cara untuk memuliakan tamu yang diperintahkan di dalam Islam. Semoga bermanfaat.

1. Menjawab salam tamu

2. Menyambutnya dengan hangat

3. Bertutur kata baik dan ramah

4. Tersenyum di hadapannya

5. Mempersilakan tamu duduk di tempat yang nyaman

6. Menyuguhkan minuman dan makanan kepadanya

7. Tuan rumah berkhidmah kepada tamu

8. Mempersilakan tamu untuk menyantap hidangan

9. Menyampaikan nasihat bila diperlukan

10. Mengajaknya untuk mengerjakan shalat

11. Menemaninya berbincang-bincang

12. Mengizinkannya menginap di rumah

13. Menemaninya berjalan-jalan di luar rumah

14. Membawakan makanan untuk bekal di jalan

15. Mendoakan kebaikan baginya

16. Berbuat kebaikan kepadanya

17. Mengantar tamu hingga pintu

18. Tidak menutup pintu dan meninggalkannya sebelum tamu benar-benar pergi

Semoga dimudahkan menerapkannya. Aamiin.



Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA

DI ANTARA KISAH MEMULIAKAN TAMU



DI ANTARA KISAH MEMULIAKAN TAMU



Memuliakan tamu di dalam Islam termasuk adab mulia yang dapat menambah kecintaan di antara sesama muslim. Hal tersebut juga merupakan bukti akan kuatnya keimanan yang ada pada diri muslim yang menghiasi diri dengannya. Hal inilah yang telah diisyaratkan oleh Nabi mulia shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabda beliau:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tamunya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Berkaitan dengan memuliakan tamu Allah ta’ala berfirman:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَ. إِذْ دَخَلُواْ عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُوْنَ. فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ. فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُوْنَ.

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk menemuinya lalu mengucapkan: "keselamatan (atas kamu)". Ibrahim menjawab: "keselamatan (atas kalian) orang-orang yang tidak dikenal." Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka, Ibrahim lalu berkata: "Silakan kalian makan."  (QS. adz-Dzaariyat: 24-27)

Di antara kisah memuliakan tamu yang luar biasa adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berikut ini.

Beliau bercerita bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi bertanya kepada istri-istri beliau, namun mereka menjawab: “Yang kami miliki hanya air.” Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang akan menjamu tamu ini?” Seorang dari kaum Anshar menjawab: ”Saya.”

Lalu sahabat Anshar itu pergi membawa tamu itu menuju istrinya, ia berkata (kepada istrinya): “Muliakanlah tamu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ini.” Namun istrinya berkata:”Yang kita miliki hanya makanan untuk anak-anak.” Sang suami berkata: “Siapkan saja makanan tersebut, nyalakan lampunya dan tidurkan anak-anak apabila mereka ingin makan malam.”

Akhirnya sang istri mempersiapkan makanan yang ada, menyalakan lampu dan menidurkan anak-anaknya. Kemudian (setelah makanan siap) sang istri berdiri seakan-akan ia memperbaiki lampu hingga akhirnya ia sengaja mematikannya.  Lalu suami istri tersebut (di dalam kegelapan) menampakkan seakan-akan mereka berdua ikut menyantap makanan, dan mereka pun bermalam dalam keadaan lapar. Keesokan paginya sang suami pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau berkata: “Sungguh Allah tertawa –atau “takjub”- dengan perbuatan kalian berdua.” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ.

“Dan mereka (orang Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri , sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. al-Hasyr: 9) [HR. al-Bukhari dan Muslim]

BEBERAPA FAEDAH PENTING

○ 1. Memuliakan tamu merupakan adab mulia
○ 2. Perintah untuk memuliakan tamu
○ 3. Hadis di atas menunjukkan salah satu seni memuliakan tamu.
○ 4. Kesederhanaan kehidupan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersama para istri
○ 5. Kesederhanaan kehidupan para sahabat
○ 6. Termasuk akhlak mulia di dalam Islam, mengutamakan orang lain dalam urusan dunia (seperti makan, minum, dll)
○ 7. Penetapan sifat tertawa –dan takjub- bagi Allah. Allah tertawa –takjub-, sesuai dengan kemuliaan-Nya dan tidak serupa dengan tertawa dan takjubnya manusia
○ 8. Pujian Allah ta’ala bagi kaum Anshar.

Semoga kita dimudahkan meneladani sifat mulia para sahabat, sebagaimana semoga kita dimudahkan untuk memuliakan tamu. Aamiin.



Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA

PERINTAH MEMUJI ALLAH SEBELUM TIDUR



PERINTAH MEMUJI ALLAH SEBELUM TIDUR



RIWAYAT LENGKAP

عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه أَنَّ فَاطِمَةَ رضي الله عنها شَكَتْ مَا تَلْقَى فِي يَدِهَا مِنَ الرَّحَى، فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْأَلُهُ خَادِمًا فَلَمْ تَجِدْهُ، فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِعَائِشَةَ. فَلَمَّا جَاءَ أَخْبَرَتْهُ. قَالَ: فَجَاءَنَا وَقَدْ أَخَذْنَا مَضَاجِعَنَا فَذَهَبْتُ أَقُوْمُ فَقَالَ: مَكَانَكِ. فَجَلَسَ بَيْنَنَا حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَ قَدَمَيْهِ عَلَى صَدْرِيْ فَقَالَ: أَلاَ أَدُلُّكُمَا عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ؟ إِذَا أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا أَوْ أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا فَكَبِّرَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَسَبِّحَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَاحْمَدَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ، فَهَذَا خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, “bahwasanya Fatimah radhiyallahu 'anha mengeluhkan apa yang ia dapati di tangannya karena alat penggilingan, lalu ia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta pembantu namun ia tidak mendapati beliau. Lalu Fatimah menyampaikan keinginannya itu kepada Aisyah radhiyallahu 'anha. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang Aisyah menceritakannya kepada beliau.” Ali radhiyallahu 'anhu melanjutkan: “Kemudian beliau mendatangi kami, sementara kami sudah siap-siap untuk tidur, lalu aku berdiri, tapi beliau mengatakan: “Tetaplah di tempatmu.” Lalu beliau duduk di antara kita hingga aku merasakan dinginnya kedua kaki beliau di dadaku, kemudian beliau bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik bagi kalian dari pada seorang pembantu? apabila kalian sudah bersiap-siap hendak tidur maka bacalah takbir sebanyak 33 kali, tasbih sebanyak 33 kali dan tahmid sebanyak 33 kali. Ini lebih baik bagi kalian dari pada pembantu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

وفي رواية للبخاري: ... فَسَبِّحَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَاحْمَدَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَكَبِّرَا أَرْبَعًا وَثَلاَثِيْنَ.

Pada riwayat al-Bukhari yang lain disebutkan: “...lalu bacalah tasbih sebanyak 33 kali, tahmid sebanyak 33 kali dan takbir sebanyak 34 kali.” (HR. al-Bukhari)

و في رواية له: ... فَكَبِّرَا اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلاَثِيْنَ وَاحْمَدَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَسَبِّحَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ.

Pada riwayat al-Bukhari yang lainnya lagi disebutkan: “...lalu bacalah takbir sebanyak 34 kali, tasbih sebanyak 33 kali dan tahmid sebanyak 33 kali juga.” (HR. al-Bukhari)

PENJELASAN SINGKAT

Pada riwayat di atas kita dapati Fatimah radhiyallahu 'anha mengeluhkan rasa letih kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga ia meminta kepada beliau agar diberikan seorang budak agar dapat membantunya untuk mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Namun Rasulullah memberikan solusi yang lebih baik dari pada yang Fatimah minta. Beliau memberikan solusi dengan zikir yang lebih baik baginya dari pada seorang pembantu. Di mana dengan zikir tersebut ia akan menjadi lebih kuat dan tidak membutuhkan pembantu. Allahu a’lam.

BEBERAPA FAEDAH

Dari keterangan singkat di atas dapat kita ambil beberapa faedah, di antaranya:

1. Gambaran salah satu sisi kehidupan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
2. Urgensi berzikir sebelum tidur.
3. Berzikir -dengan izin Allah- dapat menambah kekuatan pada diri seseorang.
4. Perintah untuk senantiasa berzikir dalam segala keadaan, sedari bangun tidur hingga beranjak ke tempat tidur lagi.
5. Zikir di atas memiliki beberapa sifat, di antaranya:
    ○ - Allahu Akbar 33X  Subhanallahu 33X dan Alhamdulillah 33X
    ○ - Subhanallahu 33X, Alhamdulillah 33X dan Allahu Akbar 34X
    ○ - Allahu Akbar 34x, Alhamdulillah 33X dan Subhanallahu 33X
6. Kasih sayang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada putri dan menantunya.
7. Keterangan bahwa kasih sayang kepada anak tidak selalu dibuktikan dengan menuruti segala permintaannya.
8. Hadis di atas mengandung isyarat bahwa urusan akhirat lebih diutamakan dari pada urusan dunia. Allahu a’lam.

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk selalu membacanya setiap malam ketika hendak tidur. Aamiin.



Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA