Selasa, 31 Maret 2015

DISAAT SEMUA BERPALING

DISAAT SEMUA BERPALING

Disaat engkau mengetuk pintu kebaikan manusia, namun mereka tak mengacuhkanmu,

Disaat engkau percaya pada seseorang, namun dia mengkhianantimu,

Disaat engkau berharap pada seseorang yang kau anggap bisa diharapkan, namun ternyata ia mengecewakanmu,

Maka disaat itulah Allah ingin agar engkau kembali dan hanya berharap kepada-Nya saja.

Bila Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya, maka jalan keluar akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka. Orang yang paling berbahagia di dunia ini adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada Allah. Orang-orang yang paling bahagia di dunia, adalah orang yang menautkan hatinya pada Allah. Dirinya yakin bahwa jalan keluar dari berbagai kesulitan akan datang dari Allah.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. “ (An-Nisa:125)

Ketika manusia menghinamu, ketahuilah bahwa mereka tidak dapat membuat engkau mulia atau hina. Ketika engkau memelas kepada manusia namun mereka mengejekmu , Maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat memberi manfaat maupun mudharat padamu.

Jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya, Maka ketahuilah bahwa engkau memiliki Allah yang tidak akan pernah mengecewakanmu, engkau memiliki Allah yang mendengar segala keluh-kesahmu, engkau memiliki Allah yang maha Mengetahui segala yang yang tersembunyi, engkau memiliki Allah yang menunjukkan kasih sayang-Nya padamu. Dia suka saat engkau meminta pada-Nya.

“Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah ada tuhan selain Allah?...” (An-Naml:62)

“dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". (Al-Anbiya : 83)

“Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. “ (Al-Anbiya : 84)

Tidaklah seorang hamba berdoa dengan tulus ketika musibah menimpanya, kecuali Allah memberinya satu dari dua perkara:Jika Allah mengetahui bahwa kesulitannya lebih baik diangkat, maka Dia akan mengangkatnya segera. Dan jika Allah mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum saatnya diangkat, maka Allah akan mengilhamkan keyakinan, keimanan dan ketundukan pada takdir-Nya. Sehingga dia merasakan musibah itu bagai nikmat yang harus disyukuri. Dan derajatnyapun ditinggikan. Saat musibah menimpa, justeru saat itu adalah saat yang tepat untuk menyepi dengan Allah, membiarkan diri hanyut terbawa dalam lautan munajat.

Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya mengeluh pada Allah, bukan pada maunisa, Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya yakin kepada Allah bukan pada fulan dan fulan.

Tujuan dari ujian adalah agar engkau lari menuju Allah...

Tujuan dari ujian adalah agar seorang hamba hanya mengadu pada-Nya dan berpaling dari selain-Nya.

(Disarikan dari taujihat Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As- Syinqity -hafidzahullah-)

________________

Madinah 01-06-1436 H

✏ Ditulis oleh Ustadz Aan Candra Thalib حفظه الله تعالى

••••••••• (*) @>-- (*) •••••••••

Kamis, 19 Maret 2015

DI ANTARA BAHAYA RIBA

DI ANTARA BAHAYA RIBA

 

Mengingat muamalah yang mengandung riba dewasa ini semakin menjamur di tengah masyarakat kita, maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui beberapa bahaya riba. Dengan harapan semoga kita dimudahkan untuk benar-benar menjauhi riba dengan segala macam jenisnya. Wa billahit-taufiq.

☆ Berikut di antara bahaya riba:

1. Merupakan kemaksiatan kepada Allah dan rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam.
2. Sedekah pelaku riba tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
3. Doa pelaku riba tidak akan dikabulkan oleh-Nya.
4. Diangkatnya keberkahan pada umur dan usaha pelaku riba.
5. Menyebabkan hati semakin keras dan kian jauh dari kebaikan.
6. Akan terhalang dari berbagai macam kebaikan.
7. Merupakan kezaliman terhadap sesama manusia, dan kezaliman merupakan kegelapan pada hari kiamat.
8. Menyebabkan kerugian di tengah masyarakat.
9. Merupakan jalan bagi negara kafir merusak negara Islam.
10. Riba termasuk dosa besar yang dapat membinasakan.
11. Makan riba termasuk sebab diperangi oleh Allah dan rasul-Nya.
12. Mendatangkan laknat Allah bagi pelaku riba.
13. Sebagian ulama menjelaskan, pelaku riba yang sudah mengetahui keharamannya namun tidak mau bertaubat darinya, hukumannya adalah dipenggal lehernya.
14. Makan harta riba menyebabkan su’ul khotimah (kesudahan yang buruk).
15. Pada hari kiamat, pelaku riba bangkit dari kuburnya bagaikan orang gila.
16. Pelaku riba yang meninggal dunia dan belum bertaubat darinya diancam dengan neraka.

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk benar-benar meninggalkan riba. Aamiin.

[adz-Dzikro bi Khathar ar-Riba, Abdullah al-Qushoyyir]

 

✅ Bagian Indonesia
�� ICC DAMMAM KSA

Rabu, 18 Maret 2015

Tulisan Arab Sehari-hari (bag 1-2)

Tulisan Arab Sehari-hari (bag 1-2)

Silakan di-save ke auto text. Sekaligus sbg koreksi bila tulisannya selama ini keliru.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّهِ
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

سُبْحَانَ اللّهِ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ
اَللّهُ أَكْبَرُ
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّهِ
مَا شَاءَ اللّهُ
إِنْ شَاءَ اللّهُ
أَسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيْمَ
إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

سبحانه وتعالى
صلى اللّه عليه وسلم

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

1- كَيْفَ حَالُك ؟
1. Apa kabar anda?
أَنَا بِخَيْرٍ، وَالْحَمْدُ لِلّهِ
Kabar sy baik. Walhamdulillah.

2- بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
2. Smg اللّه memberkahi anda
وَ فِيْك بَارَكَ اللَّهُ
Dan smg anda juga diberkahi اللّه.

3- أَحْسَنَ اللّهُ إِلَيْك
3. Smg اللّه memberikan kebaikan utk anda
وَ أَنْت كَذَلِك
Smg demikian pula dg anda.

4- جَزَاك اللّهُ خَيْرًا
4. Smg اللّه membalas kebaikan anda dg yg lbh baik
وَ جَزَاك اللّهُ خَيْرًا atau وَ إِيَّاك atau وَ اَنْت فَجَزَاك اللّهُ خَيْرًا
Dan smg اللّه juga membalas kebaikan anda dg yg lbh baik; atau
Smg demikian pula dg anda.

5- شُكْرًا جَزِيْلاً / كَثِيْرًا
5. Terima kasih banyak.
عَفْوًا. » sama2
[Catt. Jk tdk sbg jwbn atas شُكْرًا mk عَفْوًا bermakna "maaf"]

* Doa ketika hujan:
اَللّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Arti: Ya Allah, curahkanlah hujan yg bermanfaat (bagi kami).

* Doa stlh hujan:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللّهِ وَرَحْمَتِهِ
Arti: Kita dicurahi hujan krn karunia dan rahmat Allah.

* Doa mhn kesembuhan:
اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اِشْفِ وَ أَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً
“Wahai Rabb seluruh manusia, Yang Maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah dia. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan; tiada yg menyembuhkan kec Engkau; kesembuhan yg tdk meninggalkan penyakit

KEUTAMAAN TIDAK MEMINTA DIRUQYAH

KEUTAMAAN TIDAK MEMINTA DIRUQYAH

 

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِيْ سَبْعُوْنَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ. قَالُوْا: مَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ؟ قَالَ: هُمْ الَّذِيْنَ لاَ يَسْتَرْقُوْنَ وَلاَ يَتَطَيَّرُوْنَ وَلاَ يَكْتَوُوْنَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

Ada tujuh puluh ribu dari umatku yang akan masuk surga tanpa hisab. Para Sahabat bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta untuk diruqyah, tidak merasa pesimis (sial) dengan sesuatu, tidak minta pengobatan dengan kay (besi yang dipanaskan), dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Syaikh Shalih Alu Syaikh -seorang ulama Arab Saudi- berkata: Sabda beliau, ‘tidak minta untuk diruqyah‘ menunjukkan bahwa yang sempurna adalah jangan dijadikan minta ruqyah sebagai kebiasaan seseorang, namun hendaknya ia meruqyah dirinya sendiri. Kalau tidak, ia menunggu hingga ada orang lain yang meruqyahnya.”

Meminta ruqyah tidaklah dilarang secara mutlak. Hanya saja dia akan tersisihkan dari golongan orang-orang yang masuk surga tanpa adzab dan hisab. Siapakah yang ingin masuk surga tanpa adzab dan hisab? Tentu kita semua menginginkannya.

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa orang yang tidak meminta untuk diruqyah termasuk ke dalam golongan tersebut karena beberapa alasan berikut:
1). Kuatnya diri mereka dalam menyandarkan (tawakal) diri kepada Allah ta’ala.
2). Kemuliaan diri mereka karena tidak merendahkan diri kepada selain Allah.
3). Orang yang minta untuk diruqyah telah bergantung kepada selain Allah.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi kita dari kejahatan makhluk-Nya. Aamiin.

[al-Qoul al-Mufid Syarh Kitab at-Tauhid, Muhammad bin Saleh al-Utsaimin]

 

✅ Bagian Indonesia
�� ICC DAMMAM KSA

BUAH DARI AKIDAH YANG LURUS

BUAH DARI AKIDAH YANG LURUS

 

Bila seorang muslim sudah benar-benar lurus akidahnya maka dia akan menjaga lisannya. Bila seorang muslim benar-benar baik akidahnya niscaya ia akan memuliakan tetangganya dan tidak menyakitinya. Bila ia benar-benar baik keyakinannya maka ia akan memuliakan tamunya. Dengan kata lain, bila ia benar-benar sudah baik akidahnya, maka akan semakin baik pula akhlaknya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tetangganya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tamunya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan hubungan erat antara keimanan kepada Allah dan hari akhir -dan ini perkara akidah- dengan menjaga lisan, memuliakan tetangga dan tamu -dan ini merupakan akhlak mulia-. Dari sini kita mengetahui bahwa adanya akidah yang kuat dalam jiwa, maka akan membuahkan akhlak yang mulia. Oleh karena itu, hendaknya kita menjadikan hadis ini sebagai nasihat bagi kita semua, sebagai barometer untuk mengukur apakah keyakinan, akidah atau keimanan kita sudah benar-benar kuat dan sudah terwujudkan dalam bentuk akhlak mulia. Sebab akidah yang lurus akan membuatkan akhlak yang lurus pula.

Semoga dimudahkan untuk menggapai akidah lurus yang dapat membuahkan akhlak yang mulia.

 

✅ Bagian Indonesia
�� ICC DAMMAM KSA

DOA PEMBERSIH JIWA

DOA PEMBERSIH JIWA

 

Ketika mendengarkan beberapa ceramah seorang Syaikh dari Madinah beberapa tahun lalu, telinga ini berkenalan dengan sebuah doa yang beberapa kali diucapkan oleh lisannya. Tatkala mendengarkan kajian seorang Ustadz dari Indonesia beberapa tahun lalu, doa ini semakin tak asing di telinga. Setelah itu, Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kemudahan untuk menghafalkannya. Dan Alhamdulillah, semoga bisa terus istiqomah berdoa dengannya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا.

Ya Allah, berikanlah ketakwaan bagi jiwaku dan sucikanlah ia, sebab Engkau-lah sebaik-baik Zat yang dapat menyucikannya, Engkau-lah Maha Pelindung dan Pemeliharanya. (HR. Muslim no. 2722)

Doa tersebut merupakan doa untuk penyucian jiwa (tazkiyatun-nufuus). Selain menuntut ilmu agar mengetahui mana kebaikan dan mana keburukan dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga jiwa, hendaknya lisan kita tak lelah memanjatkan doa tersebut kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Maka itu hendaknya kita menghafalkannya dan menerapkan doa ini dalam kehidupan sehari-hari kita.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala membersihkan jiwa kita dari berbagai macam noda maksiat yang dapat mengotorinya, dan semoga Dia senantiasa menjaga kebersihannya. Aamiin.

 

✅ Bagian Indonesia
�� ICC DAMMAM KSA

DISEBUT ALLAH

DISEBUT ALLAH

 

Akan begitu indah dunia ini bila kita disebut dengan kebaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Haru, sedih, senang, bahagia dan sederet rasa indah lainnya berkecamuk di dalam dada. Hal inilah yang pernah dirasakan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat mulia.

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِيْ أَنْ أُقْرِئَكَ الْقُرْآنَ. قَالَ: أَاللَّهُ سَمَّانِيْ لَكَ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: وَقَدْ ذُكِرْتُ عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: نَعَمْ. فَذَرَفَتْ عَيْنَاهُ.

Dari Qotadah, dari Anas bin Malik bahwa Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Ubay bin Ka’ab: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan aku untuk membacakan al-Qur’an kepadamu.” Ubay bertanya: “Apakah Allah menyebut namaku kepadamu?” Beliau menjawab: “Iya.” Ia kembali bertanya: “Sungguh aku telah disebut di sisi Rabb alam semesta?” Beliau menjawab: “Iya.” Akhirnya Ubay-pun menangis.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Saudaraku, itu kenangan manis Ubay bin Ka’ab radhiyallahu 'anhu dengan Rabb-nya. Lantas, apakah engkau menginginkan kenangan manis bersama-Nya, disebut dengan kebaikan oleh-Nya? Perhatikanlah wejangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini.  

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللَّهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ.

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca al-Qur’an dan saling mengajarkannya di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat Allah akan meliputi mereka, para malaikat akan mengitari mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Saudaraku, bila engkau ingin disebut dengan kebaikan oleh-Nya, maka hadirilah majelis ilmu. Majelis yang disampaikan di dalamnya firman Allah dan sabda Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Majelis yang mengajarkan bagaimana kita bertakwa dan beribadah dengan benar kepada Allah ta’ala.

Mulailah dari sekarang untuk menghadirinya sebelum diri kita terhalang darinya. Hadirilah ia barang sejenak, semoga hal itu menjadi pintu kebaikan bagi kita. Dan bagi yang sudah rutin menghadirinya, mohonlah kepada Allah agar dapat istiqomah untuk bergabung di dalamnya. Dengan menghadirinya, semoga Allah benar-benar menyebut anda. Sebuah kenangan manis yang akan menjadi saksi kebaikan bagi siapa saja yang menghadirinya di hari kiamat kelak di hadapan Allah ta’ala.

“Mari, sesaat kita menambah iman di majelis ilmu.” Semoga Allah meringankan langkah kita untuk menghadiri majelis ilmu dan semoga kita dimudahkan untuk mengambil banyak faedah darinya. Aamiin.

 

✅ Bagian Indonesia
�� ICC DAMMAM KSA