Kamis, 05 Februari 2015

Syafā'at

�� BimbinganIslam.com
�� Selasa, 29 Rabī'ul Awwal 1436 H / 20 Januari 2015 M
✒ Ustadz Abdullāh Roy, MA
�� Silsilah Belajar Tauhid
�� Halaqoh 13 | Syafā'at 
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/t4vmop5wlknfzq9/13.%20syafaat.mp3?dl=0
___________________________

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-13 dari silsilah kita kali ini adalah tentang Syafā'at.

Syafā'at adalah meminta kebaikan bagi orang lain di dunia maupun di akhirat.

Allâh Ta'ālā & Rasul-Nya telah mengabarkan kepada kita tentang adanya syafā'at pada hari kiamat.

Diantara bentuknya adalah bahwasanya Allāh mengampuni seorang muslim dengan perantara do'a orang yang telah Allāh izinkan untuk memberikan syafa'at.

Syafa'at akhirat ini harus kita imani & kita berusaha untuk meraihnya.

Dan modal utama untuk mendapatkan syafā'at akhirat adalah bertauhid & bersihnya seseorang dari kesyirikan.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda ketika beliau mengabarkan tentang bahwasanya beliau memiliki syafā'at pada hari kiamat, beliau mengatakan:

فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

"Syafa'at itu akan didapatkan insyā' Allāh oleh setiap orang dari umatku yang tidak menyekutukan Allāh sedikitpun." (Hadits Shahih Riwayat Muslim)

Merekalah orang-orang yang Allāh ridhai karena ketauhidan yang mereka dimiliki.

Allâh Ta'ālā berfirman:

...وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ...

"...Dan mereka (yaitu para nabi para malaikat & juga yang lain) tidak memberikan syafā'at kecuali bagi orang-orang yang Allāh ridhai...". (Al-Anbiyaa' 28)

Syafā'at di akhirat ini berbeda dengan syafā'at di dunia. Karena seseorang pada hari kiamat tidak bisa memberikan syafā'at bagi orang lain kecuali setelah diizinkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, sampai meskipun dia seorang nabi atau seorang malaikat sekalipun. Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'ālā :

ﻣَﻦ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳَﺸْﻔَﻊُ ﻋِﻨﺪَﻩُۥٓ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِۦ ٓ

"Tidaklah ada yang memberikan syafa'at di sisi Allah Ta'ālā kecuali dengan izin-Nya." (Al-Baqarah 255)

Oleh karena itu permintaan syafā'at hanya ditujukan kepada Allah, Zat yang memilikinya.

Seperti seseorang mengatakan dalam yang do'anya, "Ya Allah, aku meminta syafa'at Nabi-Mu ."

Ini adalah cara untuk mendapatkan syafā'at yang diperbolehkan.

Bukan dengan meminta langsung kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam seperti mengatakan, "Ya Rasūlullāh, berilah aku syafā'atmu."

Atau dengan cara menyerahkan sebagian ibadah kepada makhluk dengan maksud meraih syafā'atnya.

Karena cara seperti ini adalah cara yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin zaman dahulu.

Allah Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

ﻭَﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻀُﺮُّﻫُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻭَﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻫَٰﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷُﻔَﻌَﺎﺅُﻧَﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﻗُﻞْ ﺃَﺗُﻨَﺒِّﺌُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑِﻤَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻟَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ۚ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰٰ ﻋَﻤَّﺎ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥ

"Dan mereka menyembah kepada selain Allāh, sesuatu yang tidak memudharati mereka & tidak pula memberikan manfaat & mereka berkata: "Mereka adalah pemberi syafa'at bagi kami disisi Allāh". Katakanlah: "Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allāh sesuatu yang Allāh tidak ketahui di langit maupun di bumi?". Maha Suci Allāh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan." (Yunus 18)

Itulah yang bisa kami sampaikan pada halaqoh kali ini dan sampai bertemu pada halaqoh selanjutnya.

وبالله التوفيق والهداية.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

✒Tim Transkrip Materi BiAS
__________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

�� Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
�� http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Anda Adalah Orang Yang Bodoh, Jika...

�� BimbinganIslam.com
Senin, 28 Rabi'ul Awwal 1436 H / 19 Januari 2015 M
�� Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Materi Tematik
▶  Anda Adalah Orang Yang Bodoh, Jika...
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/4bo1rhxi76zv7xj/tematik%20.mp3?dl=0
�� Video Source
https://www.youtube.com/watch?v=ZlFxb828B-U
_____________________________________

ANDA ADALAH ORANG YANG BODOH, JIKA...

Anda adalah orang yang bodoh!
Anda adalah orang yang jahil!

Meskipun anda menghafal AlQur'an...
Meskipun anda shalat berjama'ah di masjid...
Meskipun anda sering menghadiri pengajian...
Bahkan meskipun anda seorang ustadz!

Anda adalah seorang yang bodoh dan jahil. Kapan?

Jika anda bermaksiat kepada Allāh.

Allāh menegaskan sampai dalam 3 ayat menyatakan kebodohan anda.

1⃣ Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ

Allāh menamakan orang-orang yang mengerjakan keburukan bahwasanya mereka mengerjakannya dengan kebodohan/dengan kejahilan. (AnNisaa 17)

2⃣ Dalam ayat lain kata Allāh Subhānahu wa Ta'ālā:

مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ

Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian yang melakukan keburukan dengan kejahilan. (Al-An'am 54)

3⃣ Dalam kalimat yang lain Allāh Subhānahu wa Ta'ālā:

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا السُّوءَ بِجَهَالَةٍ

Kemudian Rabb engkau terhadap orang-orang yang melakukan kemaksiatan dengan kejahilan. (AnNahl 119)

Dalam 3 ayat ini Allāh menyatakan anda adalah orang yang jahil, kapan?

Sekali lagi, tatkala anda bermaksiat.

Jangan terpedaya dengan apa yang anda hafalkan...
Jangan terpedaya dengan amalan shalih yang anda lakukan...

Jika anda terjerumus ke maksiat, sesungguhnya anda benar-benar dalam kejahilan, dalam kedunguan dan dalam kebodohan.

Kenapa anda dikatakan bodoh?

Anda bodoh bahwasanya tatkala anda sedang bermaksiat, Allah sedang melihat apa yang anda lakukan.

Anda bodoh dan dungu, sesungguhnya malaikat sedang mencatat apa yang sedang anda lakukan.

Anda bodoh dan dungu, sesungguhnya kaki anda, tangan anda, bumi akan menjadi saksi atas apa yang anda lakukan.

Anda adalah orang yang bodoh tatkala sedang bermaksiat. Kenapa?

Karena maksiat tersebut bisa menghalangi rizki anda,

Maksiat tersebut bisa mengurangi keimanan anda,

Maksiat tersebut bisa memberi dampak yang buruk bagi keluarga dan anak-anak anda.

Sungguh bodoh orang yang bermaksiat.

Sekali lagi...

Anda adalah orang yang jahil, yang bodoh dan dungu, tatkala sedang bermaksiat. Kenapa?

Tatkala anda sedang bermaksiat, anda telah begitu dungu mengutamakan kelezatan yang sementara dengan mengorbankan kelezatan yang abadi.

Kelezatan yang sedikit, kelezatan dunia, kelezatan maksiat yang hanya sebentar sehingga akhirnya anda mengorbankan kelezatan surga yang sempurna dan abadi.

Hanya orang bodoh yang seperti ini.

Anda belum mengaku sebagai orang yang bodoh??

Tidakkah anda tahu bahwasanya kelezatan sedikit dari maksiat yang anda lakukan bisa menjerumuskan anda dalam neraka Jahannam?

Anda masih mengaku pintar ??

Anda benar-benar bodoh !

Tidakkah anda tahu bisa jadi tatkala anda bermaksiat, Allāh mencabut nyawa anda sehingga andapun meninggal dalam keadaan su'ul khatimah.

Oleh karenanya anda adalah orang yang bodoh !

⛔ Tidak ada jalan keluar dari kebodohan anda kecuali bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

✒Tim Transkrip Materi BiAS
_______________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

�� Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
�� http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4Xَ

TERMASUK SYIRIK BESAR BERDOA KEPADA SELAIN ALLAH

�� BimbinganIslam.com
�� Kamis, 24 Rabi'ul Awwal 1436 H / 15 Januari 2015 M
✒ Ustadz Abdullah Roy, MA
�� Silsilah Belajar Tauhid

�� Halaqah 12:

TERMASUK SYIRIK BESAR BERDOA KEPADA SELAIN ALLAH

⬇ https://www.dropbox.com/s/ffgyjaelhfz7w6q/12.%20berdoa%20kepada%20selain%20Allah.mp3?dl=0
===============================

بسم الله الرحين الرحيم

Segala puji bagi اللّه Ta’ala, kami memuji-Nya, memohon pertolongan & ampunan kepada-Nya.

Kami berlindung kepada اللّه Ta’ala dari kejahatan diri kami & kejelekan amalan-amalan kami.

Barangsiapa yang اللّه beri petunjuk, maka tidak ada  yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang اللّه sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali اللّه semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Serta saya bersaksi  bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

Amma Ba’du

 Berdoa Kepada Selain اللّه Adalah Syirik Besar.

Berdoa kepada اللّه adalah seseorang mengharap kepada اللّه dengan maksud supaya اللّه Subahanahu wa Ta'ala mewujudkan keinginan baik dengan meminta atau dengan merendahkan diri berharap & takut kepada اللّه subahanahu wa ta'ala.

Berdoa dengan makna di atas adalah ibadah.

Berkata An Nu'man Ibn Basyir radhiallahu 'anhu, aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Doa adalah ibadah."

Kemudian beliau shallallahu alaihi wa sallam membaca ayat:

"Dan berdoa lah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan kalian, sesungguhnya orang-orang yang sombong & tidak beribadah kepada-Ku mereka akan masuk ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan terhina."

(HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan juga an-Nasii serta Ibn Majjah dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Makna "beribadah kepada-Ku" adalah "berdoa kepada-Ku".

Apabila berdoa adalah hak اللّه Subahanahu wa Ta'ala semata maka berdoa kepada selain اللّه dengan berserah diri dihadapannya mengharap & takut kepada nya sebagaimana dia mengharap & takut kepada اللّه adalah termasuk syirik besar.

Isthigosah adalah termasuk berdoa /meminta dilepaskan dari kesusahan, isti'adah (meminta perlindungan), isti'anah (meminta pertolongan).

Apabila didalamnya ada perendahan diri, pengharapan & takut maka ini adalah ibadah hanya diserahkan hanya kepada اللّه Subhanahu wa Ta'ala.

Perlu kita ketahui bahwasanya, boleh seseorang beristigosah, ber isti'adah, ber isti'anah kepada seorang makhluk dengan 4 syarat :

��1. Makhluk tersebut masih hidup
��2. Dia berada didepan kita /bisa mendengar ucapan kita
��3. Dia mampu sebagai makhluk untuk melakukannya
��4. Tidak boleh seseorang bertawakal kepada sebab tersebut akan tetapi bertawakal kepada اللّه  Subhanahu wa Ta'ala yang menciptakan sebab.

✅Orang yang beristigosah, ber isti'adah, ber isti'anah kepada orang yang sudah mati atau kepada orang yang masih hidup akan tetapi tidak berada di depan kita /tidak bisa mendengar suara kita atau meminta makhluk perkara yang tidak mungkin melakukannya kecuali اللّه maka ini termasuk syirik besar.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ نْتَ، اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

✒ Tim Transkrip Materi BiAS
_______________________________
Anda punya Ide, Saran atau Kritik...?
Silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
�� http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Adab-Adab Minum

�� BimbinganIslam.com
�� Rabu, 23 Rabi'ul Awwal 1436 H / 14 Januari 2015 M
✒ Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Kitabul Jaami' | Bulughul Maaram
�� Hadits ke-11 | Adab-Adab Minum
⬇ https://www.dropbox.com/s/1v28dqisskn4qf7/029FA%20Hadits%20ke-11%20Adab-Adab%20Minum.mp3?dl=0
---------------------------

بسم اللّه الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita masuk pada halaqoh yang ke-13 - ikhwan dan akhawat sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala - dari Baabul Adab dalam Kitaabul Jaami' dari Kitab Bulughul Maraam.
Dan kali ini kita akan bahas tentang adab yang berkaitan dengan adab minum.
〰〰〰
✒ Al-Hafizh Ibnu Hajar membawakan sebuah hadits, beliau berkata yaitu:

وَ عَنْهُ رضي اللّه تعالى عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا (أخرجه مسلم)

Yaitu dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, beliau berkata: Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
‼ "Janganlah sekali-kali seorang dari kalian minum dalam kondisi berdiri".
(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim)
〰〰〰

Faidah dari hadits ini, zhahir hadits ini menunjukkan bahwasanya:
❌ dilarang seseorang minum dalam kondisi berdiri.

�� Karena dalam kaidah ushul fiqh :

الأصل في النهي التحريم
Bahwasanya hukum asal dalam larangan adalah pengharaman.

▶ Oleh karenanya, sebagian ulama seperti ulama zhahiriyyah, mereka mengambil zhahir hadits ini, mereka mengatakan bahwasanya minum dalam kondisi berdiri hukumnya haram. Artinya apa? Jika seseorang minum dalam kondisi berdiri maka dia berdosa karena hukumnya haram.

▶ Sementara jumhur ulama (mayoritas ulama), kalau kita katakan jumhur artinya mayoritas. Mayoritas ulama (kebanyakan ulama) membawakan hadits ini pada makna tidak utama. Artinya :
�� Janganlah salah seorang dari kalian minum dalam kondisi berdiri karena itu tidak utama.
�� Yang utama seseorang minum dalam kondisi duduk. Akan tetapi, boleh seseorang minum dalam kondisi berdiri.

Mayoritas ulama tatkala berpendapat demikian mereka tidak memandang haramnya minum dalam kondisi berdiri. Mereka hanya memandang ini tidak utama jika seseorang minum dalam kondisi berdiri, kenapa? Karena ada dalil-dalil yang lain yang menunjukkan akan bolehnya minum berdiri.

✒ Contohnya seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan juga Imam Muslim, dari Ibnu 'Abbas -radhiallahu 'anhuma-, beliau berkata:

سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ

Kata Ibnu 'Abbas: Aku memberikan kepada Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- air minum dari zamzam maka beliaupun minum air zamzam tersebut dalam kondisi berdiri.

✒ Kemudian hadits yang lain yang juga dalam Shahih Al-Bukhari, dari 'Ali bin Thalib -radhiallahu 'anhu- : beliau pernah minum berdiri, beliau diberikan air kemudian minum berdiri tatkala beliau berada di Kuffah. Beliau berkata:

إِنَّ نَاسًا يَكْرَهُ أَحَدُهُمْ أَنْ يَشْرَبَ وَهُوَ قَائِمٌ. وَإِنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ

"Sesungguhnya orang-orang tidak suka jika salah seorang dari mereka minum dalam kondisi berdiri. Sementara aku pernah melihat Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- melakukan apa yang pernah kalian liat aku melakukannya."

▫ Artinya aku pernah melihat Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- minum berdiri sebagaimana kalian sekarang melihat aku minum berdiri.

▶ Ini dijadikan dalil oleh jumhur ulama bahwasanya minum dalam kondisi berdiri hukumnya adalah boleh terutama jika ada kebutuhan.

❗ Ada khilaf di antara para ulama masalah ini tentang bagaimana mengkompromikan 2 model hadits ini. Ada hadits yang menunjukkan larangan, Nabi melarang untuk minum sambil berdiri. Ada hadits-hadits yang menunjukkan Nabi pernah minum berdiri bahkan dipraktekkan oleh 'Ali bin Abi Thalib -radhiallahu 'anhu- dengan minum berdiri.

➡ Maka pendapat yang pertama, mengambil cara nasikh dan mansukh. Kata mereka bahwasanya larangan-larangan yang menunjukkan minum untuk minum berdiri itu datang terakhir, sehingga memansukhkan hadits-hadits yang membolehkan minum berdiri. Namun tentu ini pendapat yang tidak kuat. Kenapa? Karena 'Ali bin Abi Thalib menyampaikan atau mempraktekkan diri minum berdiri tatkala beliau di Kuffah yaitu di masa Khulafaur Rasyidin, setelah wafatnya Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-. Ini menunjukkan bahwasanya 'Ali bin Abi Thalib memahami hukum tersebut tidak mansukh.

➡ Demikian juga ada yang berpendapat bahwasanya sebaliknya. Justru hadits-hadits yang melarang minum berdiri dimansukhkan oleh hadits-hadits yang membolehkan untuk minum berdiri.

⛔ Akan tetapi 2 pendapat ini tidak kuat karena masalah nasikh dan mansukh butuh dalil yang lebih kuat, butuh dalil mana yang lebih dahulu dan mana yang lebih terakhir. Dan tidak ada dalil yang menunjukkan hal ini semua.

➡ Sebagian ulama juga berpendapat bahwasanya bolehnya minum berdiri hanyalah kekhususan Nabi, kalau kita sebagai umat Nabi tidak boleh minum berdiri. Nabi khusus karena dia pada waktu berbicara melarang minum dia berbicara dengan ucapan, dia mengatakan "Jangan salah seorang dari kalian minum berdiri". Adapun tatkala beliau minum berdiri adalah praktek, bukan ucapan dan ini menunjukkan boleh minum berdiri adalah kekhususan Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

⛔ Ini dibantah juga oleh para ulama. Kalau itu merupakan kekhususan Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- , kenapa dipraktekkan oleh 'Ali bin Abi Thalib?

❗ Intinya pendapat yang kuat adalah pendapat jumhur ulama bahwasanya :
��  Mengkompromikan/menggabungkan antara 2 model hadits ini bahwasanya hadits yang melarang untuk minum berdiri itu dibawakan kepada khilaful awlaa yaitu bahwasanya lebih utama untuk tidak minum berdiri.
�� Namun boleh untuk minum berdiri berdasarkan dalil-dalil yang membolehkan terutama jika seseorang minum berdiri dalam keadaan hajat, ada kebutuhan, dia mungkin lagi ada keperluan maka perlu berdiri untuk minum, maka ini tidak mengapa.

Para ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Oleh karenanya, kita simpulkan dari pembahasan kita pada kesempatan kali ini bahwasanya sunnahnya seorang minum hendaknya dalam keadaan duduk, dia mendapatkan ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta'ala . Namun jika dia ada keperluan, dia boleh minum dalam keadaan berdiri.

✏ Al-Hafizh Ibnu Hajar pernah berkata:

إذا رُمْتَ تَشْرَبُ فاقْعُـدْ تَفُزْ بِسُنَّةِ صَفْوَةِ أهلِ الحِجـــازِ

Jika kau hendak minum maka minumlah dalam keadaan duduk, maka kau akan mendapatkan pahala sunnahnya Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- pemimpin ahlul hijaz.

وقـد صَحَّحُـوا شُرْبَهُ قائِماً ولكنه لبيانِ الجــــــوازْ

Para ulama telah membenarkan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- pernah minum dalam keadaan berdiri akan tetapi beliau minum berdiri tersebut untuk menjelaskan bolehnya minum berdiri.

Jadi kita umat Islam kalau ingin mengikuti sunnah Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- asalnya kita minum dalam keadaan duduk. Namun jika ada keperluan, ada kebutuhan boleh kita minum berdiri sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- .

Demikian.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

�� Tim Transkrip Materi BiAS
___________________________
Anda punya Ide, Saran atau Kritik...?
Silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
�� http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Ar-Ruqyah (Jampi-Jampi)

�� BimbinganIslam.com
�� Selasa, 22 Rabi'ul Awwal 1436 H / 13 Januari 2015 M
✒ Ustadz Abdullah Roy, MA
�� Silsilah Belajar Tauhid
�� Halaqah 11 | Ar-Ruqyah (Jampi-Jampi)
⬇ https://www.dropbox.com/s/cjiovjtbm8hkh8a/11.%20rukiyyah.mp3?dl=0
-------------------------
بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-11 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang "Ar-Ruqyah (Jampi-jampi)"

▫ Ruqyah yaitu bacaan yang dibaca untuk orang yang sakit supaya sembuh.

✔ Bacaan ini diperbolehkan selama tidak ada kesyirikan.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺮْﻗِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﺮَﻯ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻋْﺮِﺿُﻮﺍ ﻋَﻠَﻲَّ ﺭُﻗَﺎﻛُﻢْ ﻟَﺎ ﺑَﺄْﺱَ ﺑِﺎﻟﺮُّﻗَﻰ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻓِﻴﻪِ ﺷِﺮْﻙٌ

✒ Dari 'Auf bin Malik رضي اللّه عنه beliau berkata; "Kami dahulu meruqyah di jaman jahiliyah, maka kami bertanya kepada Rasulullah صلّى الله عليه و سلّم : "Apa pendapatmu tentang ruqyah ini?". Rasulullah صلّى الله عليه و سلّم bersabda : "Perlihatkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian, sesungguhnya ruqyah tidak mengapa selama tidak ada kesyirikan".
(HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه اللّه).

✔  Ruqyah yang tidak ada kesyirikan seperti ruqyah dari ayat-ayat Al-Qur’an, dari do’a-do’a yang diajarkan Nabi صلّى الله عليه و سلّم dan ini lebih utama atau dengan do’a-do’a yang lain yang diketahui kebenaran maknanya baik dengan bahasa Arab atau selain bahasa Arab.

✅ Kemudian hendaknya orang yang meruqyah ataupun yang diruqyah meyakini bahwasanya ruqyah hanyalah sebab semata tidak berpengaruh dengan sendirinya dan tidak boleh seseorang bertawakal dengan sebab tersebut.
✅ Seorang muslim mengambil sebab dan bertawakal kepada Zat yang menciptakan sebab tersebut yaitu Allah سبحانه وتعالى.

❕ Ruqyah yang mengandung kesyirikan adalah jampi-jampi atau bacaan yang mengandung permohonan kepada selain Allah, entah kepada seorang jin ataupun seorang wali sekalipun.
❕ Biasanya disebutkan di situ nama-nama mereka, tidak jarang jampi-jampi ini dicampur dengan ayat-ayat AlQur’an atau dengan nama-nama Allah atau dengan kalimat yang berasal dari bahasa Arab.
❕ Tujuannya adalah satu yaitu untuk mengelabui orang-orang yang jahil dan tidak tahu.

✒ Ruqyah yang mengandung kesyirikan telah dijelaskan Rasulullah oleh صلّى الله عليه و سلّم dalam sabda beliau :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮُّﻗَﻰ ﻭَﺍﻟﺘَّﻤَﺎﺋِﻢَ ﻭَﺍﻟﺘِّﻮَﻟَﺔَ ﺷِﺮْﻙٌ

’’Sesungguhnya jampi-jampi dan jimat-jimat dan juga pelet adalah syirik’’.
(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله تعالى)

Itulah halaqoh yang ke-11..
Sampai bertemu di halaqoh selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين 

Saudaramu,
✒ Abdulloh Roy

�� Tim Transkrip Materi BiAS
___________________________
Anda punya Ide, Saran atau Kritik...?
Silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
�� http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Adab-Adab Bersin

�� BimbinganIslam.com
�� Senin, 21 Rabi'ul Awwal 1436 H / 12 Januari 2015 M
✒ Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Kitabul Jaami' | Bulughul Maaram
�� Hadits ke-10 | Adab-Adab Bersin
-------------------------
Alhamdulillaah washshalaatu wassalaamu 'alaa Rasuulillaah.

Para ikhwan dan akhwat, kita masuk pada halaqoh yang ke-13..

✒ Dari Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: اَلْحَمْدُ الله, وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ يَرْحَمُكَ الله, فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ الله, فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ الله, وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ

‼ Jika salah seorang dari kalian bersin maka hendaknya dia mengatakan "Alhamdulillaah". Dan saudaranya yang mendengarnya mengucapkan "Yarhamukallaah". Jika saudaranya mengucapkan yarhamukallaah maka yang bersin tadi menjawab lagi dengan mengatakan "Yahdikumullaah wa yushlihu baa lakum" (semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian dan semoga Allah meluruskan/memperbaiki urusanmu.
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari)
〰〰〰
Hadits ini berkaitan tentang adab bersin dan adab orang yang mendengar bersin.

✅ Pertama berkaitan dengan orang yang bersin.
Orang yang bersin, dia telah mendapatkan nikmat dari Allah سبحانه وتعالى. Sehingga tatkala dia bersin keluar kotoran dari tubuhnya dan dia merasa lebih ringan daripada dia bersin tersebut terpendam dalam dirinya. Maka hendaknya dia mengucapkan "Alhamdulillaah".

Dan sebagian orang menyatakan bahwasanya bersin menunjukkan sehatnya seseorang. Dia tidak berbicara tentang orang yang bersin melulu, menunjukkan dia sakit, tidak. Tapi kita berbicara tentang yang bersin terkadang yang dialami oleh seseorang, ini adalah nikmat yang menunjukkan tubuhnya sehat sehingga keluar dari tubuhnya hawa tersebut sehingga dia mengucapkan "Alhamdulillaah".

Dan ini peringatan bagi kita, kalau bersin, sekedar bersin kita dianjurkan untuk mengucapkan "Alhamdulillaah", memuji Allah atas nikmat tersebut. Bagaimana lagi dengan nikmat-nikmat yang lain? Oleh karenanya hendaknya sering kita memuji Allah tatkala kita berdzikir alhamdulillaah setelah shalat, benar-benar kita renungkan makna alhamdulillaah. Bahwasanya terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, yang terkadang kita lupa untuk bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى, lupa untuk memuji Allah سبحانه وتعالى yang memudahkan nikmat tersebut kepada kita.

Kemudian tatkala dia bersin, hendaknya dia memperhatikan adab. Sebagaimana Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم tatkala dia Rasulullah bersin, wadho'a yadahu fi fihi. Rasulullah kalau bersin beliau meletakkan tangan beliau di mulutnya atau meletakkan bajunya sehingga tidak tersebar kemana-mana. Kemudian beliau melemahkan suara beliau tatkala bersin.

Oleh karena seseorang tatkala bersin jangan dia menggelegar dengan sekeras-kerasnya, kemudian lehernya atau kepalanya dipalingkan ke kanan dan ke kiri sehingga tersebarlah virus-virusnya, tidak.

Tapi dia berusaha mengecilkan suaranya dan berusaha menutup mulutnya. Ini adab dalam bersin sehingga dia tidak mengganggu orang lain. Karena ada orang yang tatkala bersin menggelegar, sengaja, ada orang yang tidak sengaja, tidak mampu menahan suaranya. Ini mendapat udzur. Tapi ada yang sengaja untuk melepaskan suaranya, ini tidak diperbolehkan.

✅ Kemudian adab orang yang mendengar tatkala mendengar seorang bersin maka dia menjawab "Yarhamukallaah" (semoga Allah memberi rahmat kepada engkau). Engkau telah mendapatkan nikmat maka semoga Allah menambah rahmat kepada engkau.

Para ulama berbicara tentang bagaimana kalau ada orang yang tidak mengucapkan alhamdulillaah. Kita tidak mengucapkan yarhamukallaah kepada dia.

✒ Dalam hadits disebutkan:

عَطَسَ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا وَلَمْ يُشَمِّتْ الْآخَرَ ، فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ :(هَذَا حَمِدَ الله ، وَهَذَا لَمْ يَحْمَدْ الله)

Ada 2 orang yang bersin disisi Nabi maka Nabi mengucapkan "Yarhamukallaah" kepada satunya dan satunya Nabi tidak mengucapkan yarhamukallaah. Maka orang yang tidak diucapkan yarhamukallaah protes, ya Rasulullah:

سَمَّتْ هَذَا ، وَلَمْ تُشَمِّتْنِي

Engkau mengucap yarhamukallaah kepada si fulan adapun kepada aku tidak, maka Nabi mengatakan:

إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ, وَ لَمْ تَحْمَدِ اللّهَ

Si fulan tadi tatkala bersin mengucapkan alhamdulillaah, adapun engkau tidak mengucapkan alhamdulillaah.

Oleh karenanya, orang yang bersin tidak mengucapkan alhamdulillaah, maka kita tidak menjawab yarhamukallaah.

✏ Diriwayatkan dari Ibnul Mubarok رحمه اللّه, tatkala ada seseorang bersin di hadapan Ibnul Mubarok dan dia tidak mengucapkan alhamdulillaah maka Ibnul Mubarok bertanya pada dia "Apa yang diucapkan oleh orang yang bersin? ". Orang ini pun mengatakan "Alhamdulillaah", maka Ibnu Mubarok kemudian mengucapkan "Yarhamukallaah". Seakan-akan mengingatkan kepada orang tersebut, terkadang seseorang lupa mengucapkan alhamdulillaah atau karena saking sibuknya lupa untuk mengucapkan alhamdulillaah maka boleh kita mengingatkan dia agar kita mengucapkan yarhamukallaah kepada dia.

❓Kemudian apa hukum mengucapkan yarhamukallaah?

Ada khilaf di antara para ulama.
��Ada yang mengatakan fardhu 'ain (setiap orang yang mendengar harus mengucapkan yarhamukallaah)
��Ada yang mengatakan fardhu kifayah (cukup sebagian orang yang mengucapkan yarhamukallaah)
��Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak.

❗Tapi kita berusaha menghidupkan sunnah ini, apa hukumnya sunnah, apakah fardhu kifayah atau fardhu 'ain, kita berusaha mengucapkan yarhamukallaah kepada saudara kita yang bersin.

✅ Kemudian setelah kita mengucapkan "yarhamukallaah" maka orang yang bersin tadi mengucapkan "yahdikumullaah wa yushlihu baa lakum", balik mendo'akan orang yang telah mendo'akannya dengan berdo'a semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan semoga Allah meluruskan urusanmu.

Sungguh indah adab yang diajarkan oleh Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم, saling mendo'akan di antara sesama muslim, menghilangkan rasa hasad, menghilangkan rasa dengki.

Bayangkan jika seorang saling mendo'akan di antara mereka, dan ini mempererat tali ukhuwah di antara kaum muslimin. Sangat dituntut untuk mempererat tali ukhuwah (tali persaudaraan) di antara kaum muslimin. Dan sangat dituntut untuk menghilangkan segala sebab-sebab yang bisa menumbuhkan perpecahan, perselisihan, buruk sangka dan yang lain-lainnya.

❓ Terakhir sebelum kita tutup majlis kita yaitu pembahasan tentang bagaimana orang yang sakit yang bersin berulang-ulang?

✅ Maka yang wajib bagi kita adalah untuk mengucapkan yarhamukallaah sekali saja. Ada yang mengatakan sampai 3 kali disunnahkan, lebih dari itu tidak perlu.

✒ Disebutkan dalam hadits Salamah ibnil Akwa رضي اللّه عنه, bahwasanya dia mendengar Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم dan ada seorang yang bersin di sisi Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم, maka Nabi mengatakan "Yarhamukallaah". ثُمَّ عَطَشَ أُخْرَ (kemudian orang ini bersin lagi), kemudian Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم mengatakan اَلرَّجُلُ مَزْكُوْمٌ si fulan ini sedang sakit flu.

Oleh karenanya ini isyarat dari Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم kalau ternyata orang ini bersinnya tidak wajar. Namun karena sakit maka kita rubah do'a, do'anya bukan lagi "yarhamukallaah" tapi kita mendo'akan "syafakallaah" (semoga Allah menyembuhkanmu) atau do'a-do'a yang berkaitan dengan orang yang sakit.

Demikian, wabillaahittaufiq walhidayah.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

�� Tim Transkrip Materi BiAS
___________________________
Anda punya Ide, Saran atau Kritik...?
Silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
�� http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

Pembagian Jenis Air berdasarkan Penggunaannya dalam Thoharoh

BimbinganIslam.com
Jum'at, 18 Rabi'ul Awwal 1436 H / 9 Januari 2015 M
▶ Ustadz Fauzan ST, MA
Matan Abu Syuja' | Bab Thaharah
Kajian 05 | Pembagian Jenis Air berdasarkan Penggunaannya dalam Thoharoh
⬇ https://www.dropbox.com/s/sgcqrs6668bmf76/5.%20Jenis%20Air.mp3?dl=0
-------------------------

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على وسول الله و بعد.

Para ikhwah fiddin a'aazaniyallahu wa iyyaakum wa akhawat fillah..

Pada halaqoh yang ke-5 ini kita akan membahas tentang pembagian macam-macam air dilihat dari penggunaannya di dalam thaharah.

〰〰〰
Berkata Muallif  (pengarang) رحمه اللّه:

ثم المياه على أربعة أقسام

‼ "Kemudian pembagian air ada 4 macam."
〰〰〰

✅ Pembagian 4 macam ini di dalam mahdzab Syafi'iyyah, dimana 3 macam adalah masyhur di kalangan para fuqoha dan 1 macam khusus di dalam madzhab Syafi'iyyah.

Tiga macam yang masyhur di dalam pembagian oleh para fuqoha:
1⃣ Yang pertama air yang thahuur yaitu air yang suci dan mensucikan, contohnya adalah air hujan.
2⃣ Kemudian air yang thaahir (air yang suci namun tidak mensucikan), contohnya adalah air teh.
3⃣ Yang ketiga air yang najis yaitu air yang terkena barang atau benda-benda yang najis.
4⃣ Kemudian pembagian yang KHUSUS didalam madzhab Syafi'i yaitu air yang thahuur wa makruh, air yang suci dan mensucikan akan tetapi air tersebut makruh untuk digunakan.

〰〰〰
Berkata Muallif (pengarang) رحمه اللّه setelah menjelaskan bahwasanya pembagian air ada 4 macam, yang pertama:

طاهر ومطهر غير مكروه وهو الماء المطلق

❗❗"Air yang suci dan mensucikan yang dan dia tidak makruh penggunaannya, maka ini adalah air mutlak."
〰〰〰

Para ikhwah fiddin a'aazaniyallaahu wa iyyaakum (semoga Allah memuliakan kita)...

✅ Air ini adalah air yang digunakan untuk kita bersuci, air yang dia mengangkat hadats dan menghilangkan najis. Dan dia adalah air mutlak.

❓ Dan apa itu air mutlak?
Dikatakan para ulama:

كل ماء بقي على وصفه التي خلقه الله عليه 

"Yaitu setiap air yang dia masih tetap pada sifat aslinya yang Allah ciptakan dia."

✅ Yang Allah ciptakan air tersebut maka ini disebut sebagai air mutlak, yaitu setiap air yang dia tetap pada sifat asli yang Allah ciptakan Dia dengannya.

Kemudian, atau kita katakan:

كل ماء نزل من السماء أو نبع من أرض بدون أن يغيره إستخدام البشر و هذا و ماؤه طهور

"Atau setiap air yang dia turun dari langit atau muncul ke permukaan dari bumi dan tidak berubah dengan penggunaan manusia maka ini adalah air yang thahuur (suci dan mensucikan)."

❓ Apa yang dimaksud dengan:

بقي على أصله القطعه

"Yaitu dia tetap pada shifat asalnya".

Yaitu maksudnya adalah tidak berubah 3 sifat asli yang terkait dengan warna, maupun baunya, maupun rasanya.

✅ Apabila berubah salah satu saja maka air tersebut berubah dari sifat aslinya sehingga tidak bisa digunakan untuk bersuci.
✅ Apabila berubah karena benda yang suci maka dia menjadi air yang suci dan tidak mensucikan.
✅ Apabila berubah dikarenakan benda yang najis maka dia menjadi air yang najis yang tidak suci dan tidak mensucikan.

Kemudian perlu diketahui bahwa perubahan air disebabkan benda yang suci ada 2 macam;
1⃣ Yang pertama yang tidak mungkin dihindari seperti misalnya air sungai yang mengalir di tanah atau di batu kapur atau di permukaan lain yang menyebabkan perubahan warna, bau maupun rasanya. Walaupun berubah akan tetapi air tersebut tetap memiliki predikat thahuur (suci dan mensucikan).
2⃣ Berbeda apabila perubahan yang kedua yaitu perubahan yang bisa dihindari, seperti air teh, ini bisa dihindari. Maka apabila air kemudian diberi dengan teh dan berubah warna, rasa dan baunya atau salah satunya maka dia menjadi air yang suci namun tidak mensucikan.

✅ Oleh karena itu, air disebut air mutlak adalah air yang apabila kita menyebutkan kepada orang lain "air" maka terbetik di dalam pikirannya air yang dimaksud yaitu air yang masih tetap pada sifat penciptaannya yang pertama kali.

Demikian, kita akan lanjutkan pada halaqoh berikutnya tentang pembagian yang ke-2 dari pembagian air.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه و سلم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

✒ Tim Transkrip Materi BiAS
___________________________
Anda punya Ide, Saran atau Kritik...?
Silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4Xَ