Kamis, 11 Juni 2015

KEUTAMAAN BULAN RAJAB



👤 Ustadz Badrusalam, LC
-------------------------


• KEUTAMAAN BULAN RAJAB •

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله نبينا محمد و على آله و صحبه و من واله
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمد عبده ورسوله

و قال الله تعالى في كتابه الكريم: ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون, أم بعد.

Ayyuhal ikhwah a'āzaniyallāhu wa iyyakum, kita berada di bulan Rajab. Dan Rajab merupakan bulan yang haram, karena Allāh Subhānahu Wa Ta'āla menciptakan 1 tahun itu ada 12 bulan. Dan diantara 12 bulan itu ada 4 bulan haram.

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allāh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allāh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allāh beserta orang-orang yang bertakwa." (At-Taubah 36)

Allāh Subhānahu Wa Ta'āla menyebutkan bahwa jumlah bulan ada 12 dan diantaranya ada 4 bulan yang haram, yaitu bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Kenapa disebut dengan bulan haram? Dan apa keistimewaan bulan haram yang termasuk padanya bulan Rajab?
Ketahuilah yā akhī, bahwa disebut dengan bulan haram karena bulan itu adalah bulan yang suci. Dan dahulu orang-orang Arab yang mensucikan bulan tersebut, terlebih kaum Mudhar yang sangat menghormati bulan Rajab karena menurut mereka bulan Rajab adalah bulan yang sangat mulia sekali. Makanya disebut dengan Rajab Mudhar.

Allāh Subhānahu Wa Ta'āla dalam ayat ini mengatakan: "Janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan tersebut."

Padahal, berbuat zhalim di selain bulan tersebut diharamkan, akan tetapi Allāh MENGKHUSUSKAN larangan berbuat zhalim di bulan tersebut menunjukkan bahwa perbuatan zhalim dibulan haram itu dilipatgandakan dosanya oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

Pada masa dahulu, orang-orang Arab jahiliyyah sangat menghormati bulan-bulan haram itu, mereka tidak melakukan peperangan & membunuh dibulan haram. Walaupun mereka jahiliyyah tetapi masih ada sisa-sisa agama Nabi Ibrāhīm.

Maka, bulan-bulan haram itu hendaknya kita berusaha untuk menghormatinya dengan cara menjauhi keharaman-keharaman dibulan tersebut karena bulan itu merupakan bulan suci, bulan yang hendaknya kita jauhi berbagai macam maksiat.

Dan dibulan tersebut, kemaksiatan & kezhaliman dilipatgandakan dosanya disisi Allāh Subhānahu Wa Ta'āla. Maka kita berkewajiban menghormati bulan-bulan haram ini.

Diantara keutamaan bulan Rajab adalah Syahrullāh, dan Sya'ban adalah Syahrī, dan Ramadhān adalah Syahri Ummatī...

Ketahuilah, para ulama mengatakan bahwa hadits ini adalah HADITS PALSU !

Ini adalah dusta terhadap Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Al-Hafizh Ibnu Hajar didalam kitab beliau menjelaskan bahwa semua hadits-hadits yang berhubungan yang menyebutkan keutamaan bulan Rajab, itu tidak lepas dari:
Hadits yang palsu
Hadits yang lemah

Tidak ada satupun yang shahīh KECUALI penyebutan bulan Rajab adalah bulan yang diharamkan oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

Maka dari itu, tidak ada amalan khusus dalam bulan Rajab, tidak ada sama sekali Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengkhususkan umrah di bulan Rajab atau amalan tersendiri di bulan Rajab, tidak.

Akan tetapi bulan Rajab seperti bulan-bulan haram yang lainnya dimana amalan shalih dibulan-bulan itu dilipatgandakan, amalan burukpun dilipatgandakan oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

Maka kewajiban kita kaum mu'minin untuk menghormati bulan Rajab sebagaimana menghormati bulan-bulan haram yang lainnya.

Mudah-mudahan kita senantiasa termasuk orang-orang yang menjaga kesucian bulan Rajab dan bulan-bulan haram yang lainnya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك

Sumber: https://youtu.be/gmczAZQxbtQ

SUMBER BAHAGIA DUNIA AKHIRAT



📝 Artikel Tematik | Motivasi Islam
👤 Ustadz Abdullāh Taslim, MA
-------------------------

· SUMBER BAHAGIA DUNIA AKHIRAT ·

Setiap orang ingin hidup bahagia...

Setiap manusia mendambakan kehidupannya penuh dengan kedamaian dan ketenangan dalam menjalani semua urusannya dalam kehidupan di dunia...

Tetapi...

Tahukah kita bahwa sebenarnya kebahagiaan kita itu dekat?

Hanya kita yang kurang memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Allāh Subhānahu Wa Ta'āla berfirman dalam Al-Qurān:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allāh. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allāh-lah hati menjadi tenteram." (Ar-Ra'd :28)

Ketahuilah hanya dengan mengingat Allāh, menyebut namaNya, mempelajari petunjukNya dan mengamalkannya maka hati manusia akan menjadi tenang & jiwanya menjadi damai.

Dalam ayat lain Allāh Subhānahu Wa Ta'āla berfirman;

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَر أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِن فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاة طَيِّبَة وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barangsiapa yang melakukan amalan shalih dari kalangan laki-laki dan perempuan dalam keadaan dia beriman, maka sungguh Kami akan berikan untuknya KEHIDUPAN yang INDAH yang PENUH dengan KEBAHAGIAAN di dunia dan akhirat dan Kami akan memberikan balasan yang lebih baik baginya daripada apa yang dikerjakannya di dunia." (An-Nahl 97)

Subhānallāh...

AL-QURĀN ADALAH SUMBER KEBAHAGIAAN KITA.

Ta'at kepada Allāh, belajar petunjukNya dan mengamalkannya merupakan sumber kebahagiaan yang sangat dekat dalam kehidupan kita.

Tapi sayang....

Kita kurang memanfaatkannya.

Coba camkan perkataan imam ahli sunnah yang terkenal berikut ini...

Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah rahimahullāh Ta'āla berkata:

إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لم يدخل جنة الآخـــرة

"Sesungguhnya di dunia ini ada surga, barangsiapa yang belum masuk ke dalam surga di dunia ini maka dia tidak akan masuk surga di akhirat nanti."

Apakah arti surga dunia tersebut?

Surga dunia yang Beliau maksudkan adalah KENIKMATAN, KEBAHAGIAAN HIDUP, KETENANGAN JIWA & KEDAMAIAN HATI ketika seseorang belajar petunjuk Allāh, memahaminya dan mengamalkannya ke dalam kehidupannya.

Inilah yang disebut kenikmatan surga yang Beliau ungkapkan dengan istilah SURGA DUNIA.

Yang barangsiapa belum merasakannya di dunia, maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti.

Berarti, kenikmatan yang akan didapatkan oleh manusia di sisi Allāh Subhānahu Wa Ta'āla disurgaNya nanti, tergantung dari kenikmatan yang dia rasakan sewaktu di dunia, yaitu ketika dia belajar petunjuk Allāh, belajar tentang keimanan, tauhid dan keyakinan kepada Allāh kemudian mengamalkannya dalam kehidupannya.

Semoga Allāh Subhānahu Wa Ta'āla mudahkan segala kebaikan untuk diri kita dan untuk seluruh kaum muslimin dengan taufiq dan karuniaNya.

الحمد لله رب العلمين

Sumber:
https://youtu.be/q01XBEhO-4s

Bila Benar Aku Mencintaimu ....



💗 Bila Benar Aku Mencintaimu ....
💗

Dalam sebuah majelis, Syekh Nashiruddin Al-Albani rahimahuLLah, pernah ditanya: "Syekh, apakah seseorang yang mencintai karena ALLah, wajib mengatakan kepada orang yang dicintainya: "Aku mencintaimu karena ALLah?"

Syekh Albani menjawab: "Iya. Akan tetapi cinta karena ALLah memiliki harga yang sangat tinggi, sedikit sekali yang mampu membayarnya. Apakah kalian mengetahui berapa harga cinta karena ALLah? Siapa yang mengetahui, silakan menjawab."

Mulailah para hadirin memberikan jawaban.

Seseorang menjawab: "RasuluLLah shallaLLahu 'alaYhi wa sallam bersabda: "7 golongan yang ALLah menaunginya dengan naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, salah satunya dua orang yang saling mencintai karena ALLah, bersatu karena ALLah dan berpisah karena-Nya."

Syekh berkata : "Ini adalah perkataan yang benar pada tempatnya, tapi bukan jawaban dari pertanyaanku. Ini adalah sebagian pengertian cinta karena ALLah. Adapun pertanyaanku, apakah harga yang harus dibayar oleh dua orang yang saling mencintai karena ALLah, yang satu kepada yang lain? Bukan apakah balasan akhiratnya? Maksudku, aku ingin menanyakan: Apakah bukti perbuatan bila seseorang mencintai karena ALLah? Karena kadang-kadang, dua orang saling mencintai, tetapi cintanya hanya tampak di luar, tidak benar-benar hakiki. Maka, apakah bukti cinta yang hakiki?"

Seseorang yang hadir menjawab lagi: "Seseorang mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." 
Syekh Albani berkata: "Ini adalah sifat cinta atau salah satu sifat cinta."

Seseorang menjawab lagi: "Firman ALLah Ta'ala:

 (قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ)

"(Artinya) Katakanlah: apabila kalian mencintai ALLah maka ikutilah aku, maka ALLah akan mencintai kalian." (QS. Ali Imran: 31)

Syekh menjawab: "Ini adalah jawaban yang benar untuk pertanyaan yang lain."

Hadirin yang lain mencoba menjawab: "Tiga hal, yang apabila terdapat pada diri seseorang ia akan merasakan kelezatan iman, salah satunya orang yang mencintai karena ALLah."

Syeikh menjawab: "Itu adalah buah dari cinta karena ALLah, yaitu kelezatan iman dalam hati seseorang."

Seseorang menimpali lagi: "Firman ALLah Taala:

(ِوَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)

"(Artinya) Demi Masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih, dan saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran." (QS. Al-Ashr: 1-3)

Kali ini syekh menjawab: "Ahsanta. Benar, inilah jawabannya."

Saudaraku, mari kita renungkan perkara yang agung ini. Harga sebuah cinta karena ALLah. Siapa di antara kita yang tidak mencintai orang lain? Tentu tidak ada. Setidaknya, kita pasti mencintai pasangan kita, atau anak-anak kita, atau orang tua kita, atau saudara kita. Maka apakah bukti cinta kita pada mereka?

Ternyata buktinya adalah kita menasehatinya kepada kebenaran. Terkadang mudah bagi kita memberikan segala sesuatu yang kita cintai baik berupa harta, waktu, maupun perhatian untuk orang yang kita cintai. Akan tetapi, ketika kita melihatnya melakukan kesalahan, kita diam saja, dengan alasan segan, karena dia memiliki ilmu yang lebih dari kita, atau karena takut ia menjadi marah, takut ia memutuskan hubungan, atau takut ia menjauh, dan sebagainya. Kita merasa takut kehilangannya dengan membiarkannya terjatuh pada kesalahan. Ah, ternyata bukanlah itu bukti cinta yang hakiki.

Mari kita perhatikan perkataan Syeikh selanjutnya..
"Maka, apabila benar aku mencintaimu karena ALLah, selayaknya aku memberimu nasihat, demikian juga engkau menerima nasehatku dan memberiku nasehat. Cinta karena ALLah memiliki harga yang sangat mahal. Cinta karena ALLah adalah bagian dari keikhlasan, yaitu mengikhlaskan segalanya untuk kebaikan orang yang kita cintai, dengan memberikan nasehat. Dengan senantiasa menyuruh kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran.. selalu dan selamanya."

Ustadzah Liz Ummu Sholih
Di Kota Madinah